Taufikurahman

Taufik's Photostream

Action Center




Testimonial

"TUNJUKKAN PADAKU SEBUAH KOTA, MAKA SAYA AKAN TAHU SIAPA WAKILKOTA-NYA. Oleh sebab itu, walikota harus bisa menjadi panutan."

(Sobirin, Dewan Pemerhati Kehutanan Lingkungan Tatar Sunda/DPKLTS)

TRENDI Events

« August 2008
SenSelRabKamJumSabAhd
123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Event Terbaru

  • Tidak terdapat event terbaru

Jejaring Taufikurahman

Jejaring Abu Syauqi

 

Pengangguran di Bandung Masih Tinggi

Bandung, Kompas - Tingkat pengangguran di Jawa Barat, terutama di Kota Bandung, masih sangat tinggi. Pemicunya adalah angka urbanisasi yang tinggi, serta minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia karena belum sebanding dengan pertumbuhan angkatan kerja yang sangat tinggi.

Pengamat ekonomi sekaligus Ketua II Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Coki Achmad Syahwier mengatakan, hingga awal tahun 2007 tercatat 236.000 orang menganggur dari jumlah penduduk yang saat ini mencapai 2,5 juta orang. "Jumlah angkatan kerja bertambah, sedangkan peningkatan itu tidak diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan," ujar Coki, Minggu (17/6).

Sementara itu, menurut Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bandung M Kuswara, sejak tahun 2004 angka pengangguran di Bandung terus meningkat. Setiap tahun, rata-rata tingkat pengangguran terbuka mencapai 16 persen dari jumlah angkatan kerja. Penyerapan tenaga kerja terbilang kecil, hanya sekitar 10.000-15.000 orang. Adapun jumlah angkatan kerja terus meningkat sekitar 20.000-50.000 orang per tahun.

Peningkatan itu dipicu berbagai kebijakan pemerintah yang menyebabkan tutupnya sejumlah perusahaan pengolahan di Kota Bandung, seperti pabrik tekstil yang padat karya. "Karena ada kebijakan makro secara nasional, seperti kenaikan harga minyak, menyebabkan sektor industri kita banyak yang kolaps. Akibatnya, pengangguran itu lebih banyak tercipta dari pemutusan hubungan kerja saat itu," kata Kuswara, Jumat lalu. Hotel dan restoran

Tingginya angka pengangguran di Bandung melampaui angka pengangguran terbuka di Jawa Barat yang hanya 14 persen dari total angkatan kerja sebanyak 17,53 juta orang. Selain pertumbuhan penduduk secara normal, tingkat urbanisasi yang pesat menyebabkan angkatan kerja yang bertambah tidak bisa terserap oleh penyediaan lapangan kerja yang belum memadai. Bandung, kata Kuswara, merupakan salah satu kota besar tujuan urbanisasi penduduk desa, baik di Jabar maupun dari provinsi lain.

Menurut Coki, rendahnya tingkat investasi di Bandung juga menghambat penyerapan tenaga kerja. Padahal, investasi diharapkan bisa menjadi peluang dibukanya lapangan pekerjaan baru. Selain itu, mediasi perbankan belum membuahkan hasil nyata. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia belum mendapatkan tanggapan positif karena suku bunga kredit masih tinggi.

Saat ini sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR) merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja terbanyak di Bandung, yaitu sekitar 70 persen dari angkatan kerja yang ada. Salah satunya ialah peningkatan jumlah pedagang informal, yaitu pedagang kaki lima. Terlebih lagi, setelah dibuka Jalan Tol Cipularang, pertumbuhan ekonomi Bandung sangat bergantung pada sektor PHR. (THT)
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0706/18/Jabar/23108.htm

Saat nya yang muda membawa perubahan

Sungguh miris rasa nya melihat data-data mengenai kondisi sosial ekonomi di kota Bandung tercinta ini.Kalau boleh saya menilai kebijakan pemerintahan terdahulu hanya bersifat mencari kepopuleran saja,kita tentu masih ingat program BAWAKU MAKMUR atau Bantuan Wali Kota Makmur yang digulirkan beberapa waktu yang lalu,tapi sangat disayang kan tidak ada kelanjutan atau analisis mengenai seberapa sukses program tsb berjalan.

Belum lagi ditambah dengan semrawut nya fasilitas sosial seperti transportasi,jalan,penerangan jalan dsb.

Tentu tidak bijak rasa nya jika hanya mengkritik kebijakan pemerintahan yang terdahulu saja dan pada kesempatan forum ini saya ingin menawarkan suatu solusi yang dapat membawa kota Bandung tercinta ini ke arah yang lebih baik.

Menurut hemat saya kunci agar tercipta nya kota Bandung yang GENAH TUR TUMANINAH adalah dengan peningkatan pendapatan warga nya,dan jika ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan makan akan tercipta multifier effect dimana dengan meningkat nya pendapatan masyarakat secara teoritis akan meningkat kan tingkat konsumsi dan pada giliran nya akan sektor-sektor lain berproduksi.

Kesimpulan saya jika ingin kota Bandung makmur tinggkat kan dulu pendapatan warga nya,maka dengan sendirinya roda ekonomi akan berputar karena adanya permintaan yang didorong oleh daya beli yang tinggi.

Tingkat kriminalitas yang dipacu oleh pengangguran saya yakin akan berkurang.
Lebih jelas nya silahkan menghubungi alamat:adaatosuwarto@gmail.com saya akan membeberkan apa dan bagaimana cara meningkat kan pendapatan warga kota Bandung yang tercinta ini.

Terima Kasih

maka sudut pandang

maka sudut pandang pengelolaan kota salah satunya adalah seberapa besar pemerintah kota memberikan lapangan kerja yang layak bahkan yang unggul. misalnya kota IT, kota benih unggul, kota teknologi, dll. dan hampir seluruh warga kotanya menjadi penopang keunggulan tersebut di atas.
artinya pertumbuhan kota bukan semata-mata fisiknya yang membaik. tapi lebih kepada peningkatan kapasitas individu dalam menghasilkan dan memproduksi sesuatu yang bermanfaat dan semakin bermanfaat. ingat kata Rasulullah manusia yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya. baik manfaat untuk sesama warga kota atau bagi warga kota lain, atau wilayah lain, atau negara lain.
KOTA YANG SEHAT ADALAH KOTA YANG SEHAT DUNIA KERJANYA. KOTA YANG TUMBUH SEMAKIN BAIK SEIRING DENGAN TUMBUHNYA KAPABILITAS WARGANYA.